Ringkasan
M24C32 adalah EEPROM serial 32-Kbit yang kompatibel dengan bus I²C, diorganisir sebagai 4 K × 8 bit. Komponen ini menyediakan memori non-volatile yang dapat ditulis dan dihapus secara elektrik, cocok untuk menyimpan data konfigurasi atau parameter yang harus tetap tersimpan saat daya dimatikan. 5 V).
Semua varian beroperasi pada suhu ambient -40 °C hingga +85 °C, kecuali M24C32-X yang beroperasi pada -20 °C hingga +85 °C. Komunikasi dengan M24C32 dilakukan melalui antarmuka I²C yang mendukung mode fast mode plus (1 MHz), fast mode (400 kHz), dan standard mode (100 kHz). Perangkat ini memiliki pin chip enable (E2, E1, E0) yang memungkinkan pengalamatan hingga delapan perangkat pada bus yang sama.
Selain itu, terdapat pin write control (WC) yang dapat digunakan untuk melindungi seluruh isi memori dari operasi tulis yang tidak disengaja. M24C32-DF juga dilengkapi halaman identifikasi tambahan sebesar 32 byte yang dapat dikunci secara permanen dalam mode read-only. 2 ms), ketahanan lebih dari 4 juta siklus tulis, dan retensi data lebih dari 200 tahun.
Fitur perlindungan ESD/latch-up yang ditingkatkan membuatnya andal untuk berbagai aplikasi. M24C32 tersedia dalam paket SO8N, TSSOP8, UFDFPN8, dan UFDFPN5, serta dalam bentuk wafer unsawn. Aplikasi umum meliputi penyimpanan data kalibrasi, parameter sistem, dan konfigurasi perangkat dalam sistem tertanam.
Fitur utama
- Antarmuka I²C kompatibel dengan mode fast mode plus (1 MHz), fast mode (400 kHz), dan standard mode (100 kHz)
- Memori EEPROM 32 Kbit (4 Kbyte) dengan ukuran halaman 32 byte
- Halaman identifikasi tambahan 32 byte (khusus M24C32-D)
- Rentang tegangan suplai lebar: 1.7 V hingga 5.5 V (pada -40 °C hingga +85 °C) dan 1.6 V hingga 5.5 V dengan batasan suhu
- Suhu operasi: -40 °C hingga +85 °C
- Waktu siklus tulis byte dan halaman dalam 5 ms (tipikal 3.2 ms)
- Perlindungan ESD/latch-up yang ditingkatkan
- Lebih dari 4 juta siklus tulis dan retensi data lebih dari 200 tahun
- Proteksi tulis perangkat keras untuk seluruh array memori
- Mode baca acak dan berurutan
Spesifikasi utama
| Parameter | Nilai | Kondisi |
|---|---|---|
| Tegangan suplai (M24C32-W) | 2.5 - 5.5 V | Suhu ambient -40 °C hingga +85 °Chlm. 2 |
| Tegangan suplai (M24C32-R) | 1.8 - 5.5 V | Suhu ambient -40 °C hingga +85 °Chlm. 2 |
| Tegangan suplai (M24C32-F, M24C32-DF) | 1.7 - 5.5 V | Suhu ambient -40 °C hingga +85 °Chlm. 2 |
| Tegangan suplai (M24C32-X) | 1.6 - 5.5 V | Suhu ambient -20 °C hingga +85 °Chlm. 2 |
| Suhu operasi | -40 hingga +85 °C | Untuk semua varian kecuali M24C32-Xhlm. 1 |
| Frekuensi clock I²C (fast mode plus) | 1 MHz | hlm. 1 |
| Frekuensi clock I²C (fast mode) | 400 kHz | hlm. 1 |
| Frekuensi clock I²C (standard mode) | 100 kHz | hlm. 1 |
| Waktu siklus tulis | 5 ms | Byte dan page write, tipikal 3.2 mshlm. 1 |
| Ketahanan siklus tulis | >4 juta siklus | hlm. 1 |
| Retensi data | >200 tahun | hlm. 1 |
| Tegangan maksimum absolut (VCC) | -0.50 hingga 6.5 V | Absolute maximum ratinghlm. 18 |
Nilai diambil dari datasheet; “hlm.” menunjuk halaman datasheet tempat angka itu tertulis.
Pinout M24C32-WMN6TP
SO8N, TSSOP8, UFDFPN8 8 pin
| Pin | Nama | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | E0 | Chip enable input, digunakan untuk mengatur alamat perangkathlm. 2 |
| 2 | E1 | Chip enable inputhlm. 2 |
| 3 | E2 | Chip enable inputhlm. 2 |
| 4 | VSS | Groundhlm. 2 |
| 5 | SDA | Serial data input/outputhlm. 2 |
| 6 | SCL | Serial clock inputhlm. 2 |
| 7 | WC | Write control inputhlm. 2 |
| 8 | VCC | Supply voltagehlm. 2 |
UFDFPN5 5 pin
| Pin | Nama | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | WC | Write control inputhlm. 3 |
| 2 | SCL | Serial clock inputhlm. 3 |
| 3 | SDA | Serial data input/outputhlm. 3 |
| 4 | VSS | Groundhlm. 3 |
| 5 | VCC | Supply voltagehlm. 3 |
Catatan desain PCB
- Gunakan kapasitor decoupling 10 nF hingga 100 nF yang dipasang dekat pin VCC dan VSS untuk menjaga kestabilan tegangan suplai.hlm. 4
- Pastikan tegangan VCC naik secara kontinu dari 0 V hingga tegangan operasi minimum saat power-up untuk menghindari operasi tulis yang tidak disengaja.hlm. 5
- Untuk melindungi seluruh isi memori dari penulisan yang tidak disengaja, hubungkan pin WC ke VCC (logika tinggi).hlm. 4
- Pin E2, E1, E0 harus dihubungkan ke VCC atau VSS; jika dibiarkan mengambang, pin akan terbaca sebagai logika rendah.hlm. 4
- SDA adalah output open-drain, sehingga memerlukan resistor pull-up ke VCC.hlm. 4
Kemasan
Contoh pemakaian
- Penyimpanan parameter konfigurasi sistem
- Data kalibrasi perangkat
- Penyimpanan pengaturan pengguna
- Aplikasi yang membutuhkan memori non-volatile dengan antarmuka I²C
- Sistem tertanam dengan kebutuhan daya rendah
Sumber data
Disusun dari datasheet resmi STMicroelectronics (buka PDF). Ringkasan ditulis dengan bantuan AI, lalu setiap angka dan nama pin dicocokkan otomatis ke teks datasheet; yang tidak ditemukan di datasheet dibuang. Terakhir diperiksa 21 Oktober 2026. Untuk desain akhir, tetap rujuk datasheet asli.