Ringkasan
3V. Perangkat ini memiliki driver diferensial dan receiver diferensial yang memenuhi spesifikasi protokol RS-485 dan RS-422, serta kompatibel pin-to-pin dengan standar industri 75176 dan perangkat MaxLinear SP481, SP483, dan SP485. Dengan proses BiCMOS, SP3485 menawarkan operasi daya rendah tanpa mengorbankan performa.
Driver pada SP3485 menghasilkan output diferensial yang memenuhi standar RS-485 dan RS-422. Output driver dapat di-enable melalui pin DE (active HIGH) dan di-tri-state saat DE rendah. Driver mendukung laju data hingga 10Mbps dan dilengkapi proteksi hubung singkat output dengan batas arus maksimum 250mA, sehingga mampu menahan hubung singkat tak terbatas dalam rentang common-mode -7V hingga +12V.
Receiver memiliki input diferensial dengan sensitivitas ±200mV dan impedansi input minimum 12kΩ. Rentang common-mode yang lebar dari -7V hingga +12V memungkinkan perbedaan potensial ground yang besar antar sistem. Receiver juga dilengkapi fitur fail-safe yang menjamin output receiver dalam kondisi HIGH saat input tidak terhubung.
Receiver dapat di-enable melalui pin RE (active LOW) dan mendukung laju data hingga 10Mbps. Perangkat ini juga memiliki mode shutdown daya rendah yang diaktifkan dengan membawa RE high dan DE low secara bersamaan, yang mengurangi arus suplai menjadi tipikal 50nA.
Fitur utama
- Transceiver RS-485 dan RS-422
- Beroperasi dari catu daya tunggal 3.3V
- Interoperable dengan logika 5.0V
- Driver/receiver enable
- Rentang tegangan input common-mode -7V hingga +12V
- Mendukung hingga 32 transceiver pada bus serial
- Kompatibilitas dengan pinout standar industri 75176
- Proteksi hubung singkat output driver
Spesifikasi utama
| Parameter | Nilai | Kondisi |
|---|---|---|
| Tegangan suplai | 3.3 V | ±5%hlm. 2 |
| Laju data maksimum (driver) | 10 Mbps | RE = VCC, DE = VCChlm. 2 |
| Laju data maksimum (receiver) | 10 Mbps | RE = 0V, DE = 0Vhlm. 3 |
| Rentang tegangan input common-mode | -7 hingga +12 V | hlm. 1 |
| Jumlah transceiver pada bus | 32 unit | hlm. 1 |
| Tegangan output diferensial (driver) dengan beban | 1.5 V | R = 27Ω (RS-485)hlm. 2 |
| Arus hubung singkat output driver | ±250 mA | -7V ≤ VO ≤ +12Vhlm. 2 |
| Impedansi input receiver | 12 kΩ | minimumhlm. 3 |
| Arus suplai tanpa beban | 425 µA | tipikalhlm. 3 |
| Suhu penyimpanan | -65 hingga 150 °C | hlm. 2 |
Nilai diambil dari datasheet; “hlm.” menunjuk halaman datasheet tempat angka itu tertulis.
Pinout SP3485EN-L/TR
8-pin SOIC 8 pin
| Pin | Nama | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | RO | Receiver outputhlm. 4 |
| 2 | RE | Receiver output enable active LOWhlm. 4 |
| 3 | DE | Driver output enable active HIGHhlm. 4 |
| 4 | DI | Driver inputhlm. 4 |
| 5 | GND | Ground connectionhlm. 4 |
| 6 | A | Non-inverting driver output / receiver inputhlm. 4 |
| 7 | B | Inverting driver output / receiver inputhlm. 4 |
| 8 | VCC | Positive supplyhlm. 4 |
Catatan desain PCB
- Untuk mengaktifkan driver, berikan logika HIGH pada pin DE; logika LOW akan membuat output driver menjadi tri-state.hlm. 7
- Untuk mengaktifkan receiver, berikan logika LOW pada pin RE; logika HIGH akan menonaktifkan receiver.hlm. 7
- Aktifkan mode shutdown daya rendah dengan memberikan RE high dan DE low secara bersamaan; arus suplai turun menjadi tipikal 50nA.hlm. 7
- Pastikan sinyal kontrol untuk shutdown (RE high dan DE low) bertahan setidaknya 600ns untuk menjamin perangkat masuk mode shutdown.hlm. 7
- Waktu enable dari mode shutdown (tPRSH, tPSH, tPRSL, tPSL) lebih lama daripada dari mode disable, jadi perhitungkan penundaan ini dalam desain timing.hlm. 7
Kemasan
Contoh pemakaian
- Jaringan RS-485 half-duplex
- Jaringan RS-422
- Bus serial multi-titik dengan hingga 32 transceiver
- Sistem yang membutuhkan perbedaan potensial ground besar (common-mode -7V hingga +12V)
Sumber data
Disusun dari datasheet resmi MaxLinear (buka PDF). Ringkasan ditulis dengan bantuan AI, lalu setiap angka dan nama pin dicocokkan otomatis ke teks datasheet; yang tidak ditemukan di datasheet dibuang. Terakhir diperiksa 22 Oktober 2026. Untuk desain akhir, tetap rujuk datasheet asli.