Ringkasan
ATmega32A adalah mikrokontroler CMOS 8-bit berdaya rendah yang dibangun dengan arsitektur AVR RISC yang disempurnakan. Perangkat ini mengeksekusi instruksi dalam satu siklus clock, sehingga mencapai throughput CPU mendekati satu juta instruksi per detik (MIPS) per megahertz, memungkinkan perancang sistem mengoptimalkan konsumsi daya versus kecepatan pemrosesan. 000 siklus EEPROM.
Fitur utamanya meliputi 32 jalur I/O yang dapat diprogram, dua Timer/Counter 8-bit, satu Timer/Counter 16-bit, empat kanal PWM, ADC 8-kanal 10-bit, antarmuka serial dua kawat, USART serial yang dapat diprogram, antarmuka SPI master/slave, watchdog timer yang dapat diprogram, dan komparator analog on-chip. Perangkat ini juga mendukung antarmuka JTAG (sesuai IEEE std. 1) untuk boundary-scan dan on-chip debug, serta mendukung library QTouch untuk tombol, slider, dan wheel kapasitif.
5V dan tersedia dalam paket 40-pin PDIP, 44-lead TQFP, dan 44-pad QFN/MLF. 6mA aktif pada 1MHz, 3V, 25°C), mikrokontroler ini cocok untuk aplikasi tertanam yang membutuhkan pemrosesan cepat, konsumsi daya rendah, dan antarmuka periferal yang kaya.
Fitur utama
- Mikrokontroler AVR 8-bit berdaya rendah berkinerja tinggi
- Arsitektur RISC lanjutan dengan 131 instruksi, sebagian besar eksekusi satu siklus clock
- 32 register kerja serba guna 8-bit
- Throughput hingga 16MIPS pada 16MHz
- Memori non-volatile: 32Kbytes Flash, 1024Bytes EEPROM, 2Kbytes SRAM
- Dua Timer/Counter 8-bit dan satu Timer/Counter 16-bit dengan mode pembanding dan penangkap
- ADC 8-kanal 10-bit dengan 8 kanal single-ended dan 7 kanal diferensial (hanya paket TQFP)
- Antarmuka JTAG (IEEE std. 1149.1) untuk boundary-scan dan on-chip debug
Spesifikasi utama
| Parameter | Nilai | Kondisi |
|---|---|---|
| Tegangan operasi | 2.7 - 5.5 V | hlm. 2 |
| Kecepatan | 0 - 16 MHz | hlm. 2 |
| Flash program memory | 32 Kbytes | hlm. 1 |
| EEPROM | 1024 Bytes | hlm. 1 |
| SRAM internal | 2 Kbytes | hlm. 1 |
| Siklus tulis/hapus Flash | 10,000 siklus | hlm. 1 |
| Siklus tulis/hapus EEPROM | 100,000 siklus | hlm. 1 |
| Retensi data | 20 tahun pada 85°C / 100 tahun pada 25°C | hlm. 1 |
| Throughput | 16 MIPS | pada 16MHzhlm. 1 |
| Konsumsi arus aktif | 0.6 mA | pada 1MHz, 3V, 25°Chlm. 2 |
| Konsumsi arus mode idle | 0.2 mA | pada 1MHz, 3V, 25°Chlm. 2 |
| Konsumsi arus power-down | < 1 µA | pada 1MHz, 3V, 25°Chlm. 2 |
Nilai diambil dari datasheet; “hlm.” menunjuk halaman datasheet tempat angka itu tertulis.
Pinout ATMEGA32A-PU
PDIP 28 pin
| Pin | Nama | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | PB0 (XCK/T0) | Port B bit 0, juga XCK (clock USART eksternal) atau T0 (clock eksternal Timer/Counter0)hlm. 10 |
| 2 | PB1 (T1) | Port B bit 1, juga T1 (clock eksternal Timer/Counter1)hlm. 10 |
| 5 | PB4 (SS) | Port B bit 4, juga SS (slave select untuk SPI)hlm. 10 |
| 9 | RESET | Pin reset, aktif rendahhlm. 10 |
| 10 | VCC | Catu daya positifhlm. 10 |
| 11 | GND | Groundhlm. 10 |
| 12 | XTAL2 | Output osilator kristalhlm. 10 |
| 13 | XTAL1 | Input osilator kristal / input clock eksternalhlm. 10 |
| 21 | PD7 (OC2) | Port D bit 7, juga OC2 (output compare Timer/Counter2)hlm. 10 |
| 22 | PC0 (SCL) | Port C bit 0, juga SCL (serial clock untuk Two-wire Serial Interface)hlm. 10 |
| 23 | PC1 (SDA) | Port C bit 1, juga SDA (serial data untuk Two-wire Serial Interface)hlm. 10 |
| 24 | PC2 (TCK) | Port C bit 2, juga TCK (test clock untuk JTAG)hlm. 10 |
| 25 | PC3 (TMS) | Port C bit 3, juga TMS (test mode select untuk JTAG)hlm. 10 |
| 26 | PC4 (TDO) | Port C bit 4, juga TDO (test data out untuk JTAG)hlm. 10 |
| 27 | PC5 (TDI) | Port C bit 5, juga TDI (test data in untuk JTAG)hlm. 10 |
| 28 | PC6 (TOSC1) | Port C bit 6, juga TOSC1 (input osilator Timer/Counter2)hlm. 10 |
| 29 | PC7 (TOSC2) | Port C bit 7, juga TOSC2 (output osilator Timer/Counter2)hlm. 10 |
| 30 | AVCC | Catu daya analog untuk ADChlm. 10 |
| 31 | GND | Groundhlm. 10 |
| 32 | AREF | Referensi analog untuk ADChlm. 10 |
| 33 | PA7 (ADC7) | Port A bit 7, juga input ADC7hlm. 10 |
| 34 | PA6 (ADC6) | Port A bit 6, juga input ADC6hlm. 10 |
| 35 | PA5 (ADC5) | Port A bit 5, juga input ADC5hlm. 10 |
| 36 | PA4 (ADC4) | Port A bit 4, juga input ADC4hlm. 10 |
| 37 | PA3 (ADC3) | Port A bit 3, juga input ADC3hlm. 10 |
| 38 | PA2 (ADC2) | Port A bit 2, juga input ADC2hlm. 10 |
| 39 | PA1 (ADC1) | Port A bit 1, juga input ADC1hlm. 10 |
| 40 | PA0 (ADC0) | Port A bit 0, juga input ADC0hlm. 10 |
Catatan desain PCB
- Gunakan mode sleep yang sesuai (Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Power-down, Standby, Extended Standby) untuk mengurangi konsumsi daya secara signifikan.hlm. 2
- Manfaatkan fitur Power-on Reset dan Brown-out Detection yang dapat diprogram untuk meningkatkan keandalan sistem.hlm. 2
- Untuk aplikasi yang membutuhkan pengukuran diferensial dengan penguatan, gunakan kanal diferensial dengan penguatan yang dapat diprogram 1x, 10x, atau 200x.hlm. 2
- Gunakan antarmuka JTAG untuk pemrograman Flash, EEPROM, Fuse, dan Lock Bits, serta untuk on-chip debug.hlm. 1
- Untuk komunikasi serial, manfaatkan USART yang dapat diprogram dengan generator baud rate internal.hlm. 2
Kemasan
Contoh pemakaian
- Sistem tertanam yang membutuhkan pemrosesan cepat dan konsumsi daya rendah
- Aplikasi kontrol dengan antarmuka periferal seperti USART, SPI, dan Two-wire Serial Interface
- Akuisisi data analog menggunakan ADC 10-bit 8 kanal
- Antarmuka pengguna kapasitif menggunakan library QTouch
- Sistem yang memerlukan debugging dan pemrograman melalui JTAG
Sumber data
Disusun dari datasheet resmi Microchip Technology (buka PDF). Ringkasan ditulis dengan bantuan AI, lalu setiap angka dan nama pin dicocokkan otomatis ke teks datasheet; yang tidak ditemukan di datasheet dibuang. Terakhir diperiksa 20 Oktober 2026. Untuk desain akhir, tetap rujuk datasheet asli.