Ringkasan
4, dan 6LoWPAN. Perangkat ini mengintegrasikan inti Arm® Cortex®-M4F 48 MHz untuk aplikasi dan lapisan protokol, serta inti Cortex®-M0 khusus untuk pengendali radio, sehingga cocok untuk komunikasi nirkabel daya rendah dan penginderaan lanjutan. Fitur utamanya meliputi memori flash 352 kB, SRAM 80 kB dengan paritas, dan sensor controller ultra-low power dengan SRAM 4 kB yang dapat bekerja independen dari CPU sistem.
94 µA (RTC aktif, retensi RAM dan CPU penuh), perangkat ini mendukung aplikasi baterai berumur panjang. 4 dan -105 dBm untuk Bluetooth 125 kbps LE Coded PHY, serta daya keluaran hingga +5 dBm. CC2652R juga dilengkapi berbagai periferal seperti ADC 12-bit, komparator, UART, SPI, I2C, I2S, timer, dan akselerator kriptografi AES, ECC, RSA, SHA2, serta TRNG.
Perangkat ini tersedia dalam paket VQFN 48-pin 7 mm × 7 mm dengan 31 GPIO. Aplikasi umum meliputi otomasi gedung, infrastruktur grid, transportasi industri, otomasi pabrik, medis, dan elektronik konsumen.
Fitur utama
- Mikrokontroler Arm® Cortex®-M4F 48 MHz dengan skor EEMBC CoreMark® 148
- Flash 352 kB yang dapat diprogram dalam sistem, ROM 256 kB, SRAM 80 kB dengan paritas, dan cache SRAM 8 kB
- Sensor controller ultra-low power dengan SRAM 4 kB, dapat beroperasi independen dari CPU sistem
- Radio 2.4 GHz mendukung Bluetooth® 5.2 Low Energy, IEEE 802.15.4, Thread, Zigbee®, dan 6LoWPAN
- Sensitivitas penerima -100 dBm untuk 802.15.4 dan -105 dBm untuk Bluetooth 125 kbps LE Coded PHY
- Daya keluaran hingga +5 dBm dengan kompensasi suhu
- Konsumsi daya rendah: standby 0.94 µA, shutdown 150 nA, RX aktif 6.9 mA, TX 0 dBm 7.0 mA
- Periferal lengkap: ADC 12-bit 200 kSamples/s, 2 komparator, UART, SPI, I2C, I2S, timer, dan akselerator kriptografi
Spesifikasi utama
| Parameter | Nilai | Kondisi |
|---|---|---|
| Tegangan suplai operasi (VDDS) | 1.8 - 3.8 V | Rentang suhu operasi -40 hingga 105°Chlm. 9 |
| Suhu junction operasi | -40 - 105 °C | Rentang suhu operasi bebashlm. 9 |
| Konsumsi arus mode aktif RX | 6.9 mA | Mode aktif penerimaanhlm. 1 |
| Konsumsi arus mode aktif TX 0 dBm | 7.0 mA | Daya keluaran 0 dBmhlm. 1 |
| Konsumsi arus mode aktif TX 5 dBm | 9.2 mA | Daya keluaran 5 dBmhlm. 1 |
| Konsumsi arus mode aktif MCU 48 MHz | 3.4 mA | Menjalankan CoreMark, 71 μA/MHzhlm. 1 |
| Konsumsi arus standby | 0.94 µA | RTC aktif, retensi RAM 80 kB dan CPUhlm. 1 |
| Konsumsi arus shutdown | 150 nA | Bangun dari event eksternalhlm. 1 |
| Sensitivitas penerima 802.15.4 | -100 dBm | 2.4 GHzhlm. 1 |
| Sensitivitas penerima Bluetooth 125 kbps | -105 dBm | LE Coded PHYhlm. 1 |
| Daya keluaran maksimum | +5 dBm | Dengan kompensasi suhuhlm. 1 |
| Resolusi ADC | 12 bit | 200 kSamples/s, 8 kanalhlm. 1 |
Nilai diambil dari datasheet; “hlm.” menunjuk halaman datasheet tempat angka itu tertulis.
Pinout CC2652R1FRGZR
RGZ 18 pin
| Pin | Nama | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | RF_P | Sinyal input RF positif ke LNA saat RX, output RF positif dari PA saat TXhlm. 7 |
| 2 | RF_N | Sinyal input RF negatif ke LNA saat RX, output RF negatif dari PA saat TXhlm. 7 |
| 3 | X32K_Q1 | Pin osilator kristal 32 kHzhlm. 6 |
| 4 | X32K_Q2 | Pin osilator kristal 32 kHzhlm. 6 |
| 5 | DIO_0 | GPIO digitalhlm. 7 |
| 10 | DIO_5 | GPIO digital dengan kemampuan high-drivehlm. 7 |
| 23 | DCOUPL | Dekopling suplai digital internal 1.27 V teregulasihlm. 7 |
| 24 | JTAG_TMSC | JTAG TMSC, high-drive capabilityhlm. 7 |
| 25 | JTAG_TCKC | JTAG TCKChlm. 7 |
| 33 | DCDC_SW | Output daya dari konverter DC/DC internalhlm. 7 |
| 34 | VDDS_DCDC | Suplai konverter DC/DC 1.8 V hingga 3.8 Vhlm. 8 |
| 35 | RESET_N | Reset, aktif rendah, tanpa pull-up internalhlm. 7 |
| 36 | DIO_23 | GPIO digital atau analog dengan kemampuan analoghlm. 7 |
| 44 | VDDS | Suplai utama chip 1.8 V hingga 3.8 Vhlm. 8 |
| 45 | VDDR | Suplai internal, harus diberi daya dari konverter DC/DC internal atau LDO internalhlm. 7 |
| 46 | X48M_N | Pin osilator kristal 48 MHzhlm. 8 |
| 47 | X48M_P | Pin osilator kristal 48 MHzhlm. 8 |
| 48 | VDDR_RF | Suplai internal, harus diberi daya dari konverter DC/DC internal atau LDO internalhlm. 8 |
Catatan desain PCB
- Saat merancang PCB, pastikan pin EGP (exposed ground pad) terhubung dengan baik ke ground PCB karena ini satu-satunya koneksi ground untuk perangkat.hlm. 8
- Jika konverter DC/DC internal tidak digunakan, hubungkan VDDR_RF ke VDDR dan tetap pertahankan kapasitor 22 µF pada net VDDR.hlm. 8
- Untuk baterai koin sel dengan resistansi sumber tinggi, gunakan kapasitor input VDDS 22 µF untuk memenuhi laju slew yang disarankan.hlm. 9
- Pin RESET_N tidak memiliki pull-up internal, jadi tambahkan resistor pull-up eksternal jika diperlukan.hlm. 7
- Untuk menghemat daya, manfaatkan mode standby dengan retensi RAM penuh yang hanya mengonsumsi 0.94 µA.hlm. 1
Contoh pemakaian
- Otomasi gedung: sistem keamanan, detektor gerak, kunci pintar elektronik, sensor pintu/jendela, termostat, sensor lingkungan nirkabel
- Infrastruktur grid: meteran pintar (air, gas, listrik), komunikasi grid untuk aplikasi sensor jarak jauh
- Transportasi industri: pelacakan aset
- Otomasi dan kontrol pabrik
- Medis
- Elektronik konsumen: remote control RF pintar, speaker pintar, display pintar, set-top box, periferal nirkabel, mainan elektronik dan robotik, pelacak pintar, pakaian pintar
Sumber data
Disusun dari datasheet resmi Texas Instruments (buka PDF). Ringkasan ditulis dengan bantuan AI, lalu setiap angka dan nama pin dicocokkan otomatis ke teks datasheet; yang tidak ditemukan di datasheet dibuang. Terakhir diperiksa 22 Oktober 2026. Untuk desain akhir, tetap rujuk datasheet asli.