Ringkasan
PCF8591 adalah perangkat akuisisi data CMOS 8-bit satu chip dengan suplai tunggal dan konsumsi daya rendah. Perangkat ini memiliki empat input analog, satu output analog, dan antarmuka serial I2C-bus. Tiga pin alamat A0, A1, dan A2 memungkinkan hingga delapan perangkat terhubung pada I2C-bus yang sama tanpa perangkat keras tambahan.
Alamat, kontrol, dan data ditransfer secara serial melalui I2C-bus dua arah. Fungsi perangkat mencakup multiplexing input analog, on-chip track and hold, konversi analog-ke-digital 8-bit, dan konversi digital-ke-analog 8-bit. Laju konversi maksimum ditentukan oleh kecepatan maksimum I2C-bus.
Input analog dapat dikonfigurasi sebagai single-ended atau diferensial, dan pemilihan kanal dapat bertambah secara otomatis. Rentang tegangan analog dari VSS hingga VDD, dan DAC mengalikan dengan satu output analog. PCF8591 cocok untuk aplikasi seperti pemantauan suplai, pengaturan referensi, dan loop kontrol analog.
0 V dan memiliki arus standby rendah. Konversi A/D menggunakan successive approximation 8-bit, sedangkan output D/A dapat diaktifkan atau dinonaktifkan melalui control byte.
Fitur utama
- Suplai daya tunggal dengan tegangan operasi 2.5 V hingga 6.0 V
- Arus standby rendah
- Input dan output serial melalui I2C-bus
- Pemilihan alamat I2C melalui 3 pin alamat perangkat keras
- Laju sampling maksimum ditentukan oleh kecepatan I2C-bus
- 4 input analog yang dapat dikonfigurasi sebagai single-ended atau diferensial
- Pemilihan kanal dengan auto-increment
- Konversi A/D successive approximation 8-bit dan DAC pengali dengan satu output analog
Spesifikasi utama
| Parameter | Nilai | Kondisi |
|---|---|---|
| Tegangan suplai operasi | 2.5 - 6.0 V | hlm. 1 |
| Tegangan suplai maksimum absolut | -0.5 hingga +8.0 V | Limiting valueshlm. 16 |
| Tegangan input maksimum absolut | -0.5 hingga VDD + 0.5 V | any inputhlm. 16 |
| Arus input maksimum absolut | ±10 mA | hlm. 16 |
| Arus output maksimum absolut | ±20 mA | hlm. 16 |
| Disipasi daya total per paket | 300 mW | hlm. 16 |
| Suhu ambien operasi | -40 hingga +85 °C | operating devicehlm. 16 |
| Suhu penyimpanan | -65 hingga +150 °C | hlm. 16 |
| Frekuensi clock SCL | maks 100 kHz | I2C bus timinghlm. 20 |
| Waktu bus bebas antara STOP dan START | min 4.7 µs | hlm. 20 |
| Waktu rise sinyal SDA dan SCL | maks 1.0 µs | hlm. 20 |
| Waktu fall sinyal SDA dan SCL | maks 0.3 µs | hlm. 20 |
Nilai diambil dari datasheet; “hlm.” menunjuk halaman datasheet tempat angka itu tertulis.
Pinout PCF8591T/2,518
DIP16, SO16 16 pin
| Pin | Nama | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | AIN0 | analog inputs (A/D converter)hlm. 4 |
| 2 | AIN1 | analog inputs (A/D converter)hlm. 4 |
| 3 | AIN2 | analog inputs (A/D converter)hlm. 4 |
| 4 | AIN3 | analog inputs (A/D converter)hlm. 4 |
| 5 | A0 | hardware slave addresshlm. 4 |
| 6 | A1 | hardware slave addresshlm. 4 |
| 7 | A2 | hardware slave addresshlm. 4 |
| 8 | VSS | ground supply voltagehlm. 4 |
| 9 | SDA | I2C-bus serial data input and outputhlm. 4 |
| 10 | SCL | I2C-bus serial clock inputhlm. 4 |
| 11 | OSC | oscillator input/outputhlm. 4 |
| 12 | EXT | external/internal switch for oscillator inputhlm. 4 |
| 13 | AGND | analog ground supplyhlm. 4 |
| 14 | VREF | voltage reference inputhlm. 4 |
| 15 | AOUT | analog output (D/A converter)hlm. 4 |
| 16 | VDD | supply voltagehlm. 4 |
Catatan desain PCB
- Jika menginginkan mode auto-increment saat menggunakan osilator internal, set flag enable output analog (bit 6) pada control byte agar osilator internal berjalan terus-menerus dan menghindari error konversi akibat delay start-up osilator.hlm. 5
- Setelah Power-On Reset (POR), semua bit control register di-reset ke logika 0, DAC dan osilator dinonaktifkan untuk hemat daya, dan output analog berada dalam kondisi impedansi tinggi. Konfigurasikan ulang control register sebelum digunakan.hlm. 5
- Pemilihan kanal input yang tidak ada akan menghasilkan alokasi kanal tertinggi yang tersedia. Jika flag auto-increment di-set, kanal berikutnya yang dipilih selalu kanal 0.hlm. 5
- Alamat slave I2C terdiri dari bagian tetap dan bagian yang dapat diprogram melalui pin A0, A1, dan A2 yang dihubungkan ke VSS (logika 0) atau VDD (logika 1). Dengan demikian hingga delapan perangkat PCF8591 dapat dibedakan pada I2C-bus yang sama.hlm. 13
Kemasan
Contoh pemakaian
- Supply monitoring
- Reference setting
- Analog control loops
Varian PCF8591 lainnya
Satu datasheet, beda kode pemesanan. Akhiran kode biasanya menandai kemasan atau cara pengemasan dari pabrik.
Sumber data
Disusun dari datasheet resmi NXP Semiconductors (buka PDF). Ringkasan ditulis dengan bantuan AI, lalu setiap angka dan nama pin dicocokkan otomatis ke teks datasheet; yang tidak ditemukan di datasheet dibuang. Terakhir diperiksa 21 Oktober 2026. Untuk desain akhir, tetap rujuk datasheet asli.