Ringkasan
STM32L476xx adalah mikrokontroler 32-bit berbasis Arm Cortex-M4 dengan FPU dan ART Accelerator yang memungkinkan eksekusi tanpa wait state dari flash memory hingga frekuensi 80 MHz. MCU ini dirancang untuk aplikasi ultra-low-power dengan konsumsi daya sangat rendah, cocok untuk perangkat portabel dan IoT. Fitur FlexPowerControl memungkinkan pengaturan daya yang fleksibel sesuai kebutuhan aplikasi.
Dilengkapi dengan memori flash hingga 1 MB dan SRAM hingga 128 KB, serta berbagai macam peripheral seperti ADC 12-bit 5 Msps, DAC, op-amp, komparator, dan LCD controller. Fitur konektivitas meliputi USB OTG FS, CAN, USART, SPI, I2C, dan antarmuka memori eksternal seperti Quad SPI dan FSMC. MCU ini juga memiliki fitur keamanan seperti true random number generator, CRC, dan proteksi baca kode.
6 V dan suhu operasi hingga 125 °C, STM32L476xx cocok untuk aplikasi industri, medis, dan konsumen yang membutuhkan kinerja tinggi dengan daya rendah. Kemampuan capacitive sensing hingga 24 channel mendukung antarmuka touchkey dan sensor sentuh, sementara LCD controller terintegrasi memungkinkan penggerakan display langsung tanpa komponen tambahan.
Fitur utama
- Ultra-low-power dengan FlexPowerControl: konsumsi daya serendah 30 nA dalam mode Shutdown
- Core Arm Cortex-M4 dengan FPU, ART Accelerator, frekuensi hingga 80 MHz, 100 DMIPS
- Memori flash hingga 1 MB dengan dua bank read-while-write, SRAM hingga 128 KB
- LCD controller 8×40 atau 4×44 dengan step-up converter
- Hingga 24 channel capacitive sensing untuk touchkey dan sensor sentuh
- 16 timer termasuk advanced motor-control, general-purpose, basic, dan low-power timer
- 20 antarmuka komunikasi: USB OTG FS, 2x SAI, 3x I2C FM+, 5x USART, 1x LPUART, 3x SPI, CAN, SDMMC, SWPMI
- Rich analog peripherals: 3x ADC 12-bit 5 Msps, 2x DAC 12-bit, 2x op-amp dengan PGA, 2x komparator ultra-low-power
Spesifikasi utama
| Parameter | Nilai | Kondisi |
|---|---|---|
| Tegangan suplai | 1.71 - 3.6 V | hlm. 1 |
| Rentang suhu operasi | -40 - 85/105/125 °C | hlm. 1 |
| Konsumsi arus mode Shutdown | 30 nA | 5 wakeup pinshlm. 1 |
| Konsumsi arus mode Standby | 120 nA | 5 wakeup pinshlm. 1 |
| Konsumsi arus mode Stop 2 | 1.1 µA | hlm. 1 |
| Konsumsi arus mode Run (LDO Mode) | 100 µA/MHz | hlm. 1 |
| Konsumsi arus mode Run (SMPS Mode) | 39 µA/MHz | @3.3 Vhlm. 1 |
| Frekuensi maksimum core | 80 MHz | hlm. 1 |
| Resolusi ADC | 12 bit | hingga 16-bit dengan oversamplinghlm. 1 |
| Kecepatan ADC | 5 Msps | hlm. 1 |
| Jumlah I/O | 114 pin | sebagian besar 5 V-toleranthlm. 1 |
| Kapasitas flash | 1 MB | hlm. 1 |
Nilai diambil dari datasheet; “hlm.” menunjuk halaman datasheet tempat angka itu tertulis.
Catatan desain PCB
- Manfaatkan mode Shutdown untuk menghemat daya hingga 30 nA saat perangkat tidak digunakan, dengan tetap mempertahankan fungsi wakeup melalui 5 pin.hlm. 1
- Gunakan SMPS mode untuk mengurangi konsumsi arus menjadi 39 µA/MHz pada 3.3 V, lebih efisien dibanding LDO mode.hlm. 1
- Aktifkan ART Accelerator untuk eksekusi tanpa wait state dari flash memory, meningkatkan kinerja hingga 100 DMIPS.hlm. 1
- Untuk pengukuran analog presisi, gunakan ADC 12-bit dengan hardware oversampling hingga 16-bit.hlm. 1
- Manfaatkan LCD controller dengan step-up converter untuk menggerakkan display LCD langsung tanpa komponen eksternal tambahan.hlm. 1
Kemasan
Contoh pemakaian
- Perangkat portabel dan wearable dengan konsumsi daya rendah
- Aplikasi IoT yang membutuhkan konektivitas dan pemrosesan sinyal
- Panel kontrol industri dengan antarmuka LCD dan touch sensing
- Perangkat medis yang memerlukan presisi analog dan daya rendah
- Sistem audio dengan antarmuka SAI dan pemrosesan sinyal digital
Sumber data
Disusun dari datasheet resmi STMicroelectronics (buka PDF). Ringkasan ditulis dengan bantuan AI, lalu setiap angka dan nama pin dicocokkan otomatis ke teks datasheet; yang tidak ditemukan di datasheet dibuang. Terakhir diperiksa 22 Oktober 2026. Untuk desain akhir, tetap rujuk datasheet asli.