NOR Flash · Microchip Technology

SST25VF016B-50-4I-S2AF

Ringkasan datasheet SST25VF016B-50-4I-S2AF dalam bahasa Indonesia: fitur, spesifikasi utama, pinout, dan catatan desain yang perlu diperhatikan saat membuat PCB.

Ringkasan

SST25VF016B adalah memori Flash serial 16-Mbit dari keluarga 25 Series yang menggunakan antarmuka SPI kompatibel empat kabel. 6V dan mendukung mode SPI 0 dan 3. Dengan arsitektur serial, paket yang digunakan memiliki pin count rendah sehingga menghemat ruang board dan menurunkan biaya sistem secara keseluruhan.

Chip ini dikembangkan dengan teknologi CMOS SuperFlash yang memiliki desain sel split-gate dan injektor tunneling oksida tebal, yang menurut datasheet memberikan keandalan dan kemudahan manufaktur lebih baik dibanding pendekatan alternatif. Komunikasi dilakukan melalui pin SCK, SI, SO, dan CE#. Perintah, alamat, dan data masukan ditahan pada tepi naik clock, sedangkan data keluaran digeser keluar pada tepi turun.

Perangkat mendukung frekuensi clock hingga 50 MHz untuk operasi baca berkecepatan tinggi dan sebagian besar perintah lainnya. Untuk menghentikan komunikasi sementara tanpa mereset perangkat, tersedia pin HOLD#. Selain itu, pin WP# dan bit proteksi di STATUS register memungkinkan pengaturan proteksi tulis pada area memori.

Fitur penghapusan dan pemrograman mencakup erase per sektor 4-KByte, blok 32-KByte, blok 64-KByte, dan chip erase. Mode Auto Address Increment (AAI) memungkinkan pemrograman word secara berurutan untuk mengurangi total waktu pemrograman dibanding operasi Byte Program satu per satu. Deteksi akhir penulisan dapat dilakukan dengan polling bit BUSY di STATUS register atau melalui pin SO yang dikonfigurasi sebagai RY/BY# saat mode AAI.

Dengan rentang suhu industri -40°C hingga +85°C, perangkat ini cocok untuk berbagai aplikasi penyimpanan kode dan data pada sistem tertanam.

Fitur utama

  • Operasi baca dan tulis dengan suplai tunggal 2.7V-3.6V
  • Antarmuka serial SPI kompatibel mode 0 dan mode 3
  • Frekuensi clock hingga 50 MHz
  • Ketahanan 100,000 siklus (typical) dan retensi data lebih dari 100 tahun
  • Konsumsi daya rendah: arus baca aktif 10 mA (typical), standby 5 µA (typical)
  • Kemampuan erase fleksibel: sektor 4-KByte, blok 32-KByte, blok 64-KByte
  • Waktu erase dan program cepat: chip erase 35 ms (typical), sector/block erase 18 ms (typical), byte program 7 µs (typical)
  • Pemrograman Auto Address Increment (AAI) untuk mengurangi total waktu pemrograman

Spesifikasi utama

ParameterNilaiKondisi
Tegangan suplai operasi2.7 - 3.6 VSST25VF016Bhlm. 1
Frekuensi clock maksimum50 MHzHigh Speed Read dan sebagian besar instruksihlm. 1
Arus baca aktif10 mAtypical, CE# = 0.1 VDD/0.9 VDD @25 MHz, SO = openhlm. 1
Arus standby5 µAtypicalhlm. 1
Ketahanan (endurance)100,000 siklustypicalhlm. 1
Retensi data>100 tahunhlm. 1
Waktu chip erase35 mstypicalhlm. 1
Waktu sector/block erase18 mstypicalhlm. 1
Waktu byte program7 µstypicalhlm. 1
Rentang suhu industri-40 - +85 °CIndustrialhlm. 1
Rentang suhu komersial0 - +70 °CCommercialhlm. 1
Arus program dan erase30 mAmaksimum, CE# = VDDhlm. 19

Nilai diambil dari datasheet; “hlm.” menunjuk halaman datasheet tempat angka itu tertulis.

Pinout SST25VF016B-50-4I-S2AF

8-Lead SOIC 8 pin
PinNamaFungsi
1CE#Chip Enable, mengaktifkan perangkat dengan transisi high-to-low dan harus tetap low selama urutan perintah.hlm. 4
2SOSerial Data Output, mengeluarkan data secara serial; juga dapat berfungsi sebagai RY/BY# saat mode AAI.hlm. 4
3WP#Write Protect, mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi lock-down bit BPL di STATUS register.hlm. 4
4VSSGround.hlm. 4
5SISerial Data Input, menerima perintah, alamat, atau data secara serial.hlm. 4
6SCKSerial Clock, menyediakan timing antarmuka serial.hlm. 4
7HOLD#Hold, menghentikan sementara komunikasi serial tanpa mereset perangkat.hlm. 4
8VDDPower Supply, tegangan suplai 2.7V-3.6V.hlm. 4
8-Contact WSON 8 pin
PinNamaFungsi
1CE#Chip Enable, mengaktifkan perangkat dengan transisi high-to-low dan harus tetap low selama urutan perintah.hlm. 4
2SOSerial Data Output, mengeluarkan data secara serial; juga dapat berfungsi sebagai RY/BY# saat mode AAI.hlm. 4
3WP#Write Protect, mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi lock-down bit BPL di STATUS register.hlm. 4
4VSSGround.hlm. 4
5SISerial Data Input, menerima perintah, alamat, atau data secara serial.hlm. 4
6SCKSerial Clock, menyediakan timing antarmuka serial.hlm. 4
7HOLD#Hold, menghentikan sementara komunikasi serial tanpa mereset perangkat.hlm. 4
8VDDPower Supply, tegangan suplai 2.7V-3.6V.hlm. 4

Catatan desain PCB

  • Gunakan mode SPI 0 atau 3 karena perangkat kompatibel dengan kedua mode tersebut. Pastikan polaritas clock dan fase sesuai dengan mode yang dipilih.hlm. 1
  • Untuk menghentikan komunikasi sementara tanpa mereset perangkat, gunakan pin HOLD#. Ini berguna saat ingin menyela transfer tanpa kehilangan status.hlm. 1
  • Manfaatkan mode AAI (Auto Address Increment) untuk memprogram beberapa byte secara berurutan. Mode ini mengurangi total waktu pemrograman dibanding Byte Program satu per satu.hlm. 1
  • Untuk mendeteksi akhir operasi tulis, polling bit BUSY di STATUS register melalui perintah RDSR. Alternatifnya, konfigurasikan pin SO sebagai RY/BY# saat mode AAI untuk status hardware.hlm. 1
  • Sebelum mengubah STATUS register, jalankan perintah EWSR (Enable Write Status Register) terlebih dahulu, lalu segera ikuti dengan WRSR. Urutan dua langkah ini berfungsi sebagai proteksi data software.hlm. 16

Kemasan

8-Lead SOIC (200 mils)8-Contact WSON (6 mm x 5 mm)

Contoh pemakaian

  • Penyimpanan kode program pada sistem tertanam dengan antarmuka SPI
  • Penyimpanan data konfigurasi atau parameter yang membutuhkan retensi jangka panjang
  • Aplikasi yang memerlukan update firmware secara in-system melalui antarmuka serial
  • Sistem dengan ruang board terbatas karena paket 8-pin yang kecil
  • Perangkat yang beroperasi pada rentang suhu industri -40°C hingga +85°C

Sumber data

Disusun dari datasheet resmi Microchip Technology (buka PDF). Ringkasan ditulis dengan bantuan AI, lalu setiap angka dan nama pin dicocokkan otomatis ke teks datasheet; yang tidak ditemukan di datasheet dibuang. Terakhir diperiksa 21 Oktober 2026. Untuk desain akhir, tetap rujuk datasheet asli.

Dari datasheet ke board jadi

Rangkaianmu pakai SST25VF016B-50-4I-S2AF? Biar Sirkuitku yang bikinkan PCB-nya.

Kirim skematik, daftar komponen, atau sekadar ide rangkaiannya. Kami kerjakan desain, cetak, dan assembly di workshop yang sama, dan kesalahan footprint dari pihak kami diperbaiki gratis.